
Purwokerto — Semarak Hari Batik Nasional turut terasa di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Purwokerto, Jumat (2/10). Mengenakan batik sebagai bentuk apresiasi terhadap warisan budaya Indonesia, jajaran pegawai Bapas Purwokerto tetap menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat seperti biasa.
Purwokerto — Semarak Hari Batik Nasional turut terasa di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Purwokerto, Jumat (2/10). Mengenakan batik sebagai bentuk apresiasi terhadap warisan budaya Indonesia, jajaran pegawai Bapas Purwokerto tetap menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat seperti biasa.
Peringatan Hari Batik Nasional menjadi momentum untuk mengenang dan menghargai batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia. Bagi jajaran Bapas Purwokerto, semangat melestarikan budaya tersebut berjalan beriringan dengan komitmen untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan klien pemasyarakatan.
Sejak jam pelayanan berlangsung, aktivitas kedinasan di Bapas Purwokerto tetap berjalan. Pegawai melaksanakan tugas sesuai fungsi masing-masing, termasuk memberikan pelayanan kepada klien pemasyarakatan serta masyarakat yang membutuhkan layanan Bapas.
Kepala Bapas Kelas II Purwokerto, Unggul Sumekto, mengatakan bahwa peringatan Hari Batik Nasional menjadi kesempatan untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya Indonesia sekaligus memperkuat semangat pengabdian dalam melaksanakan tugas.
“Mengenakan batik menjadi bentuk apresiasi kita terhadap warisan budaya Indonesia. Namun, semangat memperingati Hari Batik Nasional juga harus tercermin dalam pelaksanaan tugas. Apa pun momennya, pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi tanggung jawab yang harus kita laksanakan dengan sebaik-baiknya,” ujar Unggul.
Menurutnya, budaya kerja dan budaya bangsa dapat berjalan beriringan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Dengan mengenakan batik, pegawai menunjukkan kebanggaan terhadap identitas budaya Indonesia, sementara melalui pelayanan, mereka menjalankan tanggung jawab sebagai aparatur pemerintah.
Momentum Hari Batik Nasional juga menjadi pengingat bahwa pelayanan publik membutuhkan konsistensi dan komitmen. Bapas Purwokerto terus berupaya memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan mudah diakses oleh masyarakat.
Seluruh layanan Bapas Purwokerto 100 persen gratis. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Bapas Purwokerto untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan klien pemasyarakatan.
Batik dikenakan, budaya dilestarikan. Pelayanan dijalankan, masyarakat diutamakan.(Humas Bapas Purwokerto)
Tim kami siap membantu memberikan informasi terkait layanan pembimbingan.
Hubungi Layanan Pengaduan